Keberingasan Ulama di Acara ILC TV ONE Karena Ahok

Submitted by Muhammad Intel on Wed, 10/12/2016 – 22:45

Sebenarnya dari awal aku sudah niat untuk tidak nulis tentang Ahok dan kaitannya di pilkada DKI. Tapi setelah nonton ILC di TV One dan melihat kebringasan ulama akhirnya niat awal itu jadi berubah. Bahasan tentang Ahok tidak akan pernah berhenti mungkin bahkan saat Ahok sudah tidak bernyawa lagi. Gubernur DKI yang melanjutkan kepemimpinan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden RI ini memang luar biasa. Asu tenan kalau pake bahasaku.

Buat aku Ahok itu fenomenal, terlepas dari caranya yang sering mengundang kontroversi. Mungkin bagi kebanyakan masyarakat Indonesia cara Ahok yang terlalu frontal memang cukup mengagetkan. Siapapun dilawan, jangankan DPRD, partai yang jadi kendaraannya saja dia tinggalkan. Ini benar-benar anti mainstream. Tidak heran jika banyak politisi menjadikan Ahok sebagai sasaran tembak apalagi bagi politisi Gerindra.

Bagi mereka Ahok seperti tidak pernah ada nilai plus nya, asal berhubungan dengan Ahok dipastikan salah. Kebijakan populer seperti menutup diskotik aja masih dinyinyiri sebagai pencitraan, apalagi kalau ada penggusuran. Kelihatan sekali partai ini tidak lain adalah sekelompok orang sakit hati karena merasa dikhianati kadernya. Apesnya kader Gerindra yang lantang melawan Ahok sekarang tersandung proses hukum terkait proyek reklamasi, gimana tidak tambah panas. Bagi Gerindra Ahok adalah #1 enemy.

Maka yang terjadi sekarang adalah segala cara akan mereka lakukan untuk menjegal Ahok untuk berkuasa lagi di DKI. Seperti sudah diduga sebelumnya, mereka pasti akan menggunakan isu SARA. Sosok Ahok sangat seksi untuk ditembak dengan isu ini, dia bukan pemeluk Islam dan dari etnis Tionghoa, pas sekali. Ingat dong saat Pilpres, Jokowi yang jelas Islam saja difitnah sampai berdarah-darah lewat media bayaran mereka ‘Obor Rakyat’ apalagi Ahok yang sipit dan bukan muslim, (Aku lebih suka memakai istilah bukan muslim daripada non muslim, kalau istilah non muslim kok sepertinya hanya muslim saja yang diakui eksistensinya di negara ini, sementara yang lain hanya sekedar numpang dan jadi obyek penderita).

Alfauzan (https://alfauzannn.wordpress.com/2016/10/12/ngahok/)