Masyarakat Madani Untuk Cegah Terorisme Di Indonesia

Pencegahan terorisme merupakan tugas bersama, tugas semua orang yang mencintai kehidupan yang damai. Seperti halnya satu pepatah yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, begitupun mencegah terorisme lebih berdaya guna jika dibandingkan dengan memeranginya secara sporadis.

Meskipun memerangi terorisme secara sporadis tidak menyalahi aturan, namun dampak yang ditimbulkannya kerap kali menyerempet ke penambahan masalah yang lebih kompleks.

Perang secara sporadis cenderung akan memicu aksi saling membalas yang tidak ada hentinya, sehingga berisiko menimbulkan perang dalam bentuk sesungguhnya yang dapat mengancam eksistensi kehidupan bermasyarakat.

Namun jika dimasukkan unsur pencegahan di dalam upaya penanggulangan terorisme, maka akan berpotensi mempersempit ruang gerak pelaku teror dari berbagai sisi, yakni penolakan tegas dari dalam diri masyarakat dan kesulitan aktor teror menempatkan sasaran propagannya. Semua hal tersebut dapat terjadi jika kita semua sepakat untuk menguatkan solidaritas berkehidupan dalam masyarakat.

Solidaritas dapat dibangun di banyak sektor kehidupan, seperti keamanan, kerukunan hidup beragama, serta harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan solidaritas seperti di atas dapat diperluas menjadi semacam gerakan masyarakat untuk waspada bersama dalam mencegah berkembangnya ancaman terorisme di Indonesia.

Pembentukan solidaritas tersebut nantinya akan mendorong terciptanya masyarakat madani, yakni masyarakat yang mampu membentuk persatuan dan kesatuan bangsa. Kekuatan yang dihasilkan oleh masyarakat Madani terbukti mampu mengawal Indonesia memperoleh kedaulatannya melawan penjajah.

Kekuatan masyarakat Madani juga berhasil membawa segenap bangsa Indonesia melewati kisruh politik dan ekonomi 1998 dan kini masuk ke era demokrasi terbuka yang diakui dunia sebagai salah satu satu yang termaju.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk kompak dalam menyepakati terciptanya solidaritas di antara seluruh elemen bangsa Indonesia. Tentunya salah satu tujuan dari hal ini adalah untuk memperkuat ketahanan bangsa terhadap ancaman serangan terorisme.

Menurut seorang tokoh politik legendaris dunia, Anthony Giddens, untuk membentuk masyarakat Madani diperlukan tiga proses pembentukan yang harus dilalui oleh masyarakat, yakni asimilasi, peleburan, dan pluralisme budaya.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang egaliter sekaligus obyektif terhadap makna hidup rukun berdampingan satu sama lain dalam harmoni.

Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), konsep masyarakat madani sangatlah relevan untuk diterapkan dalam kondisi bangsa yang multikultur. Proses asimilasi dirahkan untuk mendorong interaksi sosial yang saling menghormati.

Sedangkan dalam peleburan diperlukan upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengkondisikan model interaksi kerja sama yang berlandaskan kerukunan sehingga berpotensi memperkuat kekompakan dalam berkehidupan bersama. Adapun dalam bentuk pluralisme, dikembangkan pembudayaan dalam bentuk penciptaan kondisi dan sistem pengetahuan kolektif mengenai bahaya terorisme dan bagaimana mencrgahnya dengan cara memperkuat persatuan bangsa.

Dalam kaitan ini, budaya damai dan toleransi yang telah tumbuh sejak lama di Indonesia perlu dikembangkan lebih jauh menjadi startegi kebudayaan yang langsung menyentuh realitas, seperti kerja sama transformatif antara pemerintah dan masyarakat dalam hal sipil, hukum, dan sosial.

Lebih jauh, hal ini juga membutuhkan banyak faktor pencair untuk melemahkan potensi konflik yang dikkibatkan oleh propaganda terorisme. Juga penguatan persatuan bangsa mampu memberikan ruang sosial yang lebih longgar untuk tumbuhnya harmoni dan perdamaian.

Faktor-faktor pencair itu diwujudkan melalui sistem pemahaman hingga penciptaan berbagai kondisi sosiologis dakam kehidupan masyarakat. Masyarakat madani mampu membuat kita tersadar bahwa setiap orang di negeri ini memiliki potensi besar untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan terorisme.

Kemampuan masyarakat Indonesia dalam mencegah terorisme sebenarnya sangatlah besar, di mana tercermin dalam karakter sosial harmoni yang telah tercipta sejak lama. Ancaman serangan terorisme di depan kita amatlah besar dan kita perlu bergandengan tangan untuk bersama mengusirnya dari tanah Indonesia yang damai.