Oleh Erizeli Jely Bandaro

Apakah anda ingin ada kebebasan menyampaikan pendapat pribadi tanpa harus takut di tangkap ? Apakah anda ingin bebas melaksanakan syariat agama tanpa harus pusing dengan aturan negara ? Apakah anda ingin ada kebebasan mencari nafkah tanpa diatur persaingan yang tak sehat seperti monopoli atau oligopoli? Apakah anda membenci oligarkhi kekuasaan? apakah anda benci dengan partai yang mendikte kekuasaan sehingga memberikan akses pengusaha menikmati rente ekonomi nasional? Apakah anda membenci kelas dalam masyarakat?

Apakah anda membenci diktator ekonomi dalam bentuk penguasahaan tekhnologi dan modal? apakah anda membenci batasan kebebasan menikmati hak pribadi seperti hiburan dan budaya ? apakah anda membeci kekuasaan kuat karena modal dan modal hidup karena kekuasaan? Apakah anda marah bila ada eklusifitas sosial dan agama ? apakah anda tidak suka pemimpin yang patuh kepada partai ? Apakah anda tidak suka bila demo di batasi dan di tangkap ? apakah anda marah bila suara azan pakai speaker membahana di larang ? Apakah anda tidak suka negara terlalu kuat mengatur segala galanya ? Apakah kamu membenci komunisme ?

Nah kalau jawaban anda adalah YA, maka anda menjadi bagian dari paham NEOLIBERAL. Ini paham yang berasal dari liberalisme dari adanya sistem politik yang demokratis. Sebetulnya neoliberal sebagai kelanjutan dari liberalisme bukan hanya soal ekonomi tapi juga berhubungann dengan sosial, politik dan agama. Kebebasan Pasar hanyalah contoh atas metodelogi aplikasi neoliberal dalam menerapkan kebebasan untuk bidang lain. Kalau ada ekses negatif dari neoliberal maka itu sebetulnya bukanlah salah neoliberal nya tapi karena sifat rakus yang menjadikan kebebasan untuk menguasai segala galanya.

Tapi sejarah juga mencatat kekuasaaan yang di dirikan karena idiologi atau dogma yang membuat negara terlalu kuat hanya menghasilkan badut badut yang kemaruk harta dan tahta, wanita. Itu sebabnya komunisme yang mengatur segala galanya adalah paradox dari eksitensi manusia. Dan kalau akhirnya komunisme bangkrut di Soviet dan di China hanya jadi cover tanpa isi , karena memang menolak kebebasan adalah merusak peradaban. Tanpa kebebasan tidak ada yang di perjuangkan, tidak akan ada perubahan secara alamiah..

Andaikan Adam menolak hasutan setan makan buah qalbi karena patuh kepada Tuhan tentu sampai kini Adam dan Hawa masih di sorga dan dunia seperti sekarang ini tidak pernah ada. Tapi karena Adam menggunakan takdir nya sebagai makhluk free will maka restriksi makan buah qalbi di langgarnya dan selanjutnya agama di perkenalkan Tuhan agar manusia tahu menempatkan free will dengan benar sesuai kadarnya..ini skenario Tuhan. Terbukti kehebatan manusia di bandingkan makluk lain karena dia tahu menggunakan kebebasan itu dengan mengendalikan nafsu rakus, atas dasar keimanan kepada Tuhan.

Anak ku..benteng mu dari pengaruh buruk dan kamu kuat bukan karena aturan negara atau idiologi tapi karena agama mendidik dan kamu menerapkannya dengan keimanan. Dengan itu maka kebebasan menjadi berkah untuk menciptakan keseimbangan dan kelengkapan sebagai rahmat bagi alam semesta.